BUPATI DAN WAKIL BUPATI OKU SELATAN PIMPIN LANGSUNG RAPAT KOORDINASI TERKAIT OPTIMALISASI UPAYA MITIGASI KONFLIK MANUSIA DAN GAJAH LIAR DI WILAYAH OKU SELATAN.

portal
By portal March 18, 2021 20:19

BUPATI DAN WAKIL BUPATI OKU SELATAN PIMPIN LANGSUNG RAPAT KOORDINASI TERKAIT OPTIMALISASI UPAYA MITIGASI KONFLIK MANUSIA DAN GAJAH LIAR DI WILAYAH OKU SELATAN.

Muaradua (17/03) Bupati OKU Selatan Popo Ali M.,B.Com., didampingi Wakil Bupati OKU Selatan Sholehien abuasir,SP.,M.Si., hadiri Rapat Koordinasi Optimalisasi Upaya Mitigasi Konflik Manusia dan Gajah Liar di wilayah Kabupaten OKU Selatan.

Bertempat diruang Rapat Terbatas Bupati OKU Selatan, turut hadir Para Kepala OPD, Asisten II, KPH Wilayah VII Mekakau Saka, Koramil, dan Polsek serta 5 Kecamatan dan 18 Desa lingkup Kabupaten OKUS yang wilayahnya berada di sekitar kantong habitat gajah liar yang rawan konflik.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama dengan Universitas Muhammadiyah Palembang melalui program Tropical Forest Conservation Act Sumatera (TFCA-Sumatera) menginisiasi sinergi penanggulangan konflik antara manusia dengan gajah liar di wilayah Kabupaten OKU Selatan. Inisiasi ini mendapat respon baik dari Bupati OKU Selatan melalui pertemuan yang digelar pada Rabu (17/03/2021).

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan para pihak mengenai pentingnya upaya penyelamatan dan pelestarian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), yang akan ditindaklanjuti dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Konflik antara Manusia dengan Satwa Liar dan penyusunan rencana aksi.

Bupati OKU Selatan menyampaikan sangat Mengapresiasi serta memberikan dukungan terhadap kesepakatan yang dihasilkan dan siap memfasilitasi kebutuhan Satgas. Kesepakatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen para pihak dalam melestarikan Gajah sumatera, yang berarti juga menyelamatkan fungsi ekologis habitatnya, salah satunya Suaka Margasatwa Gunung Raya. Masing-masing pihak tentunya tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kerjasama multipihak harus diinisiasi agar terbangun kesadaran bersama yang berlanjut dengan aksi bersama di dalam pelestarian Gajah Sumatera, khususnya di wilayah Kabupaten OKUS.

Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata mengucapkan ucapan terimakasih kepada Bupati OKUS yang telah memberikan fasilitasi dan dukungan dalam membangun “gentlement’s agreement”, sebagai landasan awal bagi semua pihak terkait untuk mengaktualisasikan komitmen dalam mewujudkan harmonisasi antara konservasi keanekaragaman hayati dengan kesejahteraan masyarakat.

Secara umum, masyarakat OKUS menyadari pentingnya peran dan keberadaan Gajah sumatera sebagai satwa dilindungi. Namun demikian, pelbagai peristiwa yang terjadi beberapa waktu ke belakang, seperti yang telah terjadi 3 Kecamatan yaitu Buana Pemaca, Buay Pemaca, dan Mekakau Ilir, bahwa kemunculan gajah di beberapa titik rawan aktivitas masyarakat perlu mendapat perhatian untuk ditangani segera.

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) merupakan satwa endemik Sumatera yang masuk dalam daftar satwa dilindungi melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 dan daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) sebagai satwa terancam punah (critically endangered) serta daftar Appendix I CITES (Convertion on International Trade In Endangered Species of Wild Fauna and Flora).

Sumber : Diskominfo OKU Selatan

portal
By portal March 18, 2021 20:19